phone (0324) 322231, 325786 email info@unira.ac.id
logo

Revolusi Intelektual di Universitas Madura: Dosen FEB Ubah Stigma 'Carok' Menjadi Teori Kewirausahaan Modern untuk UMKM

blueprint decor
Revolusi Intelektual di Universitas Madura: Dosen FEB Ubah Stigma 'Carok' Menjadi Teori Kewirausahaan Modern untuk UMKM

MADURA – Masyarakat luas sering kali menyederhanakan filosofi 'Carok' asal Madura hanya sebagai simbol kekerasan semata. Namun, sebuah gebrakan pemikiran datang dari lingkungan akademik Universitas Madura. Dr. Achmarul Fajar., SE., MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Madura, berhasil merekonstruksi filosofi tersebut menjadi sebuah teori ekonomi lokal yang produktif bernama Carok Cultural Entrepreneurship Theory (CCET).

MADURA – Masyarakat luas sering kali menyederhanakan filosofi 'Carok' asal Madura hanya sebagai simbol kekerasan semata. Namun, sebuah gebrakan pemikiran datang dari lingkungan akademik Universitas Madura. Dr. Achmarul Fajar., SE., MM, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Madura, berhasil merekonstruksi filosofi tersebut menjadi sebuah teori ekonomi lokal yang produktif bernama Carok Cultural Entrepreneurship Theory (CCET).

 

Gagasan ini lahir dari keresahan intelektual sang dosen terhadap stigma negatif yang selama ini melekat pada masyarakat Madura. Melalui teori barunya, Dr. Achmarul Fajar menawarkan perspektif bahwa budaya lokal Madura justru memiliki potensi strategis yang luar biasa untuk meningkatkan inovasi dan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

 

Mengubah Energi Konflik Menjadi Modal Ekonomi

Dalam kajian akademisnya, Carok Cultural Entrepreneurship Theory tidak memandang carok sebagai tindakan kekerasan fisik. Sebaliknya, filosofi ini dimaknai sebagai representasi keberanian, harga diri, loyalitas, keteguhan, dan semangat mempertahankan kehormatan yang kemudian diubah menjadi kekuatan sosial-ekonomi.

 

Teori ini menyoroti beberapa transformasi makna budaya menjadi kekuatan ekonomi produktif bagi UMKM lokal, di antaranya:

 

Keberanian fisik bertransformasi menjadi keberanian bisnis, seperti keberanian mengambil risiko dan membuka usaha.

Menjaga kehormatan bertransformasi menjadi semangat untuk menjaga reputasi usaha dan martabat keluarga.

Solidaritas kelompok bertransformasi menjadi kekuatan jaringan ekonomi dan distribusi yang didasarkan pada kepercayaan.

Sikap pantang menyerah bertransformasi menjadi ketahanan UMKM (business resilience) saat menghadapi krisis.

Loyalitas keluarga bertransformasi menjadi jaminan keberlanjutan usaha keluarga dari generasi ke generasi.

Bukti Nyata: Ketangguhan Warung Madura

Aplikasi nyata dari Carok Cultural Entrepreneurship Theory dapat dilihat secara gamblang pada fenomena "Warung Madura" yang menjamur di hampir seluruh kota besar di Indonesia. Warung Madura menjadi bukti bagaimana filosofi budaya "pantang kalah" berevolusi menjadi ketangguhan ekonomi yang luar biasa.

 

Ketahanan operasional mereka terbukti dari kemampuannya untuk buka hampir 24 jam, mengandalkan kerja keras keluarga, dan tetap bertahan di tengah tingginya persaingan. Selain itu, kegagalan usaha dalam masyarakat Madura sering kali dianggap sebagai pelanggaran terhadap kehormatan keluarga, sehingga memacu mereka untuk bekerja sangat keras menjaga kelangsungan bisnisnya.

 

Mendobrak Dominasi Teori Kewirausahaan Barat

Kehadiran CCET tidak hanya berdampak bagi pelaku UMKM, tetapi juga memberikan warna baru dalam literatur ilmu manajemen kewirausahaan. Teori ini berani mengkritik dan mengisi kekurangan dari teori-teori kewirausahaan kontemporer asal Barat yang cenderung terlalu rasional-ekonomis dan sangat individualistik.

 

Berbeda dengan pandangan Barat yang mengukur keberhasilan murni dari pertumbuhan aset dan profitabilitas, pendekatan CCET bersifat lebih kolektivistik. Kesuksesan UMKM Madura tidak hanya dipengaruhi oleh seberapa besar kekayaan finansial yang dimiliki, tetapi sangat bergantung pada modal budaya, psikologi sosial, identitas komunitas, serta nilai religiusitas.

 

Carok Cultural Entrepreneurship Theory diharapkan tidak sekadar menjadi kajian pustaka, melainkan bisa dijadikan landasan utama bagi pemangku kebijakan dalam merancang program pengembangan UMKM, inkubasi bisnis komunitas, dan pendidikan kewirausahaan yang benar-benar berakar pada kearifan lokal Nusantara.

AKHMAD TZAURI, S.KOM
Certified

AKHMAD TZAURI, S.KOM