phone (0324) 322231, 325786 email info@unira.ac.id
logo

Preparing the Society 5.0 Generation Through Literacy, Numeracy and Language

blueprint decor
Preparing the Society 5.0 Generation Through Literacy, Numeracy and Language

Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri",sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual;}

PAMEKASAN, fkipmedia – Tantangan era Society 5.0 menuntut dunia pendidikan untuk tidak sekadar melahirkan lulusan yang cakap teknologi, melainkan juga kritis dalam mengolah informasi, logis dalam berpikir, dan piawai dalam berkomunikasi. Merespons tantangan global tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Madura (Unira) menggelar Kuliah Tamu Internasional (International Guest Lecture) pada Rabu (20/5/2026).

Acara yang berlangsung di Aula Laboratorium Bersama Lantai 3 Kampus Universitas Madura ini mengusung tema "Digital Literacy, Numeracy, and Language for Society 5.0". Melalui agenda ini, FKIP Unira berkolaborasi langsung dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) untuk membedah arah baru pedagogi di era super-pintar.


Response to Technological Disruption

In remarks at the opening, the Dean of FKIP Madura University, Dr. Moh. Zayyadi, M.Pd., emphasized that higher education institutions must move quickly to do so transformation to respond to massive technological disruption.

"Guest lecture This international program is a concrete step for the Madura University FKIP responding to technological disruption in the Society 5.0 era. We can no longer educate students with old patterns. Mastery of digital literacy and numeracy balanced with language proficiency is a fixed price so that our graduates do not crushed by the times," said Dr. Moh. Zayyadi.

He added, It is hoped that the presence of experts from abroad will be able to trigger a strong academic culture more dynamic and opens up wider collaboration opportunities.

"Collaboration with Universiti Teknologi Malaysia through the presence of Prof. Dr. Noraffandy It is hoped that Bin Yahaya will be able to open new horizons for lecturers and students us. Not only to improve academic quality and global competitiveness, but also to trigger impactful international collaborative research real for society," he said.

Integration of the Three Pillars of Education

Present as main speaker, Prof. Dr. Noraffandy Bin Yahaya from UTM emphasized this that the transition to Society 5.0 is often misinterpreted as just that infrastructure digitalization. In fact, the main essence lies in integration cyber space and physical space in harmony driven by humans to solve social problems.

Prof. Noraffandy membedah bagaimana tiga pilar utama literasi digital, numerasi, dan bahasa saling berkelindan. Digital literacy memberikan kemampuan menyaring informasi di tengah banjir disinformasi. Sementara itu, numeracy melatih logika berpikir terstruktur untuk menganalisis data, dan Language menjadi medium krusial untuk mengomunikasikan gagasan kemanusiaan tersebut secara efektif dan empatik.

"Teknologi hanyalah alat. Kunci dari Society 5.0 adalah manusianya. Di sinilah literasi digital, kemampuan numerasi, serta kekuatan bahasa menjadi pilar utama agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, melainkan pemecah masalah (problem solver)," jelas Prof. Noraffandy di hadapan ratusan civitas akademika yang memadati aula.

Hal tersebut selaras dengan pandangan Dr. Moh. Zayyadi di akhir sambutannya. Ia menekankan pentingnya menjaga esensi kemanusiaan di tengah gempuran teknologi. "Kita ingin memastikan bahwa di era kecerdasan buatan (artificial intelligence) ini, nilai-nilai kemanusiaan, logika yang runtut, dan komunikasi yang efektif tetap menjadi panglima utama dalam dunia pendidikan."


Enthusiasm and Follow-Up

Acara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini memancing antusiasme tinggi dari para dosen dan mahasiswa. Sesi diskusi interaktif yang berlangsung hingga siang hari memicu perdebatan konstruktif mengenai bagaimana kurikulum pendidikan bahasa di daerah harus beradaptasi dengan kemunculan kecerdasan buatan dan mahadata (big data), tanpa kehilangan identitas budayanya.

Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Madura dan Universiti Teknologi Malaysia berkomitmen untuk menindaklanjutinya dalam bentuk kolaborasi riset penulisan ilmiah serta pengembangan inovasi model pembelajaran berbasis digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. (HRS)


Dr. HARSONO, M.Pd.
Certified

Dr. HARSONO, M.Pd.

Other News