PAMEKASAN — Universitas Madura (UNIRA) kembali menorehkan tonggak sejarah penting dalam dunia pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana ke-37. Prosesi khidmat ini diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 24–25 Oktober 2026 bertempat di Ballroom Hotel Odaita, Pamekasan.
Mengusung tema besar "Menguatkan Integritas dengan Berkolaborasi dan Berinovasi sebagai Kampus Berdampak," momentum wisuda kali ini merefleksikan arah strategis UNIRA dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Kukuhkan 849 Lulusan serta Ribuan Guru Profesional
Sidang senat terbuka tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNIRA, Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M., serta dihadiri oleh jajaran senat universitas, sivitas akademika, tamu undangan, dan para orang tua wisudawan. Pada periode wisuda ke-37 ini, UNIRA resmi mengukuhkan sebanyak 849 lulusan, yang terdiri atas 826 lulusan program sarjana (S1) dan 23 lulusan program magister (S2).
Selain meluluskan mahasiswa program reguler sarjana dan pascasarjana, pada tahun akademik 2025/2026 UNIRA juga sukses meluluskan sebanyak 2.527 Mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu, yang semakin memperkuat peran strategis kampus dalam memajukan mutu pendidikan nasional.
Inspirasi Wisuda: Keterbatasan Bukan Halangan Berprestasi
Suasana wisuda tahun ini turut diwarnai oleh kisah inspiratif dari para lulusan terbaik. Berdasarkan catatan akademik institusi, empat dari enam lulusan terbaik UNIRA pada wisuda ke-37 ini merupakan penerima beasiswa KIP Kuliah. Capaian tersebut membuktikan bahwa program bantuan pendidikan pemerintah berhasil melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing dan berprestasi gemilang tanpa terhalang latar belakang ekonomi.
Pesan Rektor: Penguatan Mutu, Hibah Rp2 Miliar, dan Investasi SDM
Dalam pidato utamanya, Rektor UNIRA Dr. Drs. Ec. H. Gazali, M.M. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh penggerak ekosistem pendidikan—mulai dari pemerintah, dunia usaha dan swasta, orang tua wali, hingga para wisudawan yang telah menyelesaikan perjuangan akademiknya.
Rektor menegaskan bahwa UNIRA terus berkomitmen memperkuat kualitas tridharma perguruan tinggi. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah keberhasilan UNIRA meraih hibah Program Kampus Berdampak senilai total Rp2 miliar yang dikelola melalui program studi seperti Administrasi Publik dan Pendidikan Matematika. Dana hibah ini dioptimalkan untuk memperluas riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan program praktisi mengajar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Kami bertekad untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas jejaring kerja sama baik di tingkat nasional maupun internasional. Dalam dua tahun ke depan, kami menargetkan lebih dari 50 persen dosen UNIRA bergelar Doktor, yang saat ini telah didukung oleh 35 doktor aktif dan 37 calon doktor yang sedang menempuh studi S3," tegas Dr. Gazali dalam pidatonya.
Menyongsong Masa Depan dengan Integritas dan Kolaborasi
Di penghujung acara, Rektor berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi integritas, serta adaptif terhadap dinamika global di era transformasi digital. Bekal keilmuan dan pengalaman yang diperoleh di kampus diharapkan mampu menjadi pijakan kokoh bagi para wisudawan untuk menjadi motor penggerak kemajuan di tengah masyarakat.
Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-37 UNIRA ditutup dengan doa bersama, menandai lembaran baru bagi para lulusan untuk melangkah keluar gerbang kampus sebagai agen perubahan yang berdampak nyata bagi daerah, bangsa, dan negara.
(0324) 322231, 325786
info@unira.ac.id