Universitas Madura
Jl. Panglegur Km. 3,5 Pamekasan Jawa Timur


(0324) 322231, 325786

Serah Terima 539 Mahasiswa Peserta KKN Tahun Akademik 2018/2019


unira.ac.id (Senin, 17/06/2019), Hari ini Rektor Universitas Madura meresmikan penyerahan 539 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2018/2019 di Aula Lantai III Universitas Madura. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Jajaran Rektorat, Para Dekan, Dosen Pendamping Lapangan serta para mahasiswa peserta KKN. Selain itu, pihak dari luar Universitas Madura yang turut diundang adalah para Danramil dan Kapolsek (Torjun, Larangan, Torjun, Galis, Batumarmar), Para Camat baik dari Kabupaten Pamekasan maupun Kabupaten Sampang, Para Kepala Desa, dan perwakilan dinas terkait (wilayah Pamekasan dan Sampang).


Adapun jumlah mahasiswa yang akan diterjunkan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata ini adalah sebanyak 539 orang. Para mahasiswa ini terdiri dari 10 program studi dengan rincian Hukum (71 orang), Ilmu Administrasi (174), Akuntansi (49 orang), Manajemen (107 orang), Bahasa Indonesia (34 orang), Bahasa Inggris (5 orang), Matematika (16 orang), Informatika (23 orang), Teknik Sipil (20 orang), Pertanian (40 Orang).  Jumlah mahasiswa ini akan disebar ke dua kabupaten, yakni Pamekasan (4 kecamatan) dan Sampang (1 kecamatan). Dalam pengarahan Rektor Universitas Madura, Dr. Ir. Riszqina, MP. menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sampang dan Bupati Pamekasan serta Pimpinan Kecamatan dan Kepala Dinas Instansi terkait yang telah bersedia bekerja sama  dan kesediaanya menerima mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun akademik 2018/2019. 


Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Madura, Moh. Zali, M.Agr. menyampaikan bahwapPelaksanaan KKN Tahun ini dilaksanakan selama sebulan, yakni dimulai tanggal 17 Juni 2019 dan berakhir pada tanggal 17 Juli 2019. dalam kegiatan ini diharapkan luaran/output yang diperoleh dapat meningkatkan produk yang ada di wilayah desa masing-masing. Yakni, berupa legalitas produk sehingga dapat dipasarkan melalui aplikasi E-Commers yang dimiliki Universitas Madura. Selain itu, diharapkan juga dapat menjadi produk destinasi baik wisata maupun oleh-oleh yang menjadi produk unggulan masing-masing desa.